wakafgemilang.com

MA’HAD TAHFIZH GEMILANG

Ma’had Tahfizh Gemilang adalah pesantren tahfizhul Qur’an 30 Juz dengan program UNGGULAN
khusus untuk Visi Menuju Peradaban Kesehatan Bertaraf Internasional
Ma’had Tahfiz Gemilang merupakan lembaga pendidikan mandiri, lanjutan dari Yayasan RTG
Indonesia yang tidak berada di bawah organisasi, parpol ataupun kelompok tertentu, dan juga tidak
berafiliasi pada golongan atau jam’iyah tertentu atau sekte / aliran / ajaran tertentu, tapi berusaha
berjalan sesuai syariat yang ada pada Al Qur’an dan Ajaran Rasullullah Muhammad Saw.
Ma’had Tahfiz Gemilang berada di tengah2 (ummatun wasathon) serta mengambil sikap dan jarak
yang sama dengan berbagai gerakan dakwah yang ada, berbagai golongan dan organisasi yang
berkembang di masyarakat dengan tetap berpegang teguh pada Qur’an dan Hadist dengan
mengutamakan persatuan dan menjaga ukhuwah Islamiyyah yang ada.
Ma’had Tahfizh Gemilang adalah program pendidikan tahfizh setingkat SMP/MTs (selama 3 tahun),
yang bisa dilanjutkan dengan program pendidikan tahfizh program khusus setingkat SMA/SMK/MA
(selama 3 tahun), dan program berkarya (selama satu tahun).
A. Visi
Melahirkan Generasi Qur’ani Gemilang Yang Berprestasi Di Usia Belia Menuju Peradaban
Kesehatan Bertaraf Internasional
B. Misi
1. Melahirkan santri penghafal Qur’an 30 Juz yang berkarakter dan berakhlaq Qur’ani sesuai
dengan sepuluh karakter muslim sejati.
2. Melahirkan santri bertaraf global dengan menguasai bahasa Internasional yang memiliki
pemikiran cerdas dengan kesehatan yang cemerlang.
3. Melahirkan santri yang memiliki kepekaan dan kepedulian sosial dan berjiwa pemimpin
yang kuat.
4. Melahirkan santri yang punya kemampuan bersaing dan mempertahankan diri dari segala
situasi di akhir zaman.
5. Melahirkan santri yang memiliki prestasi di bidang akademik dan memiliki pola pikir
ilmiah.
C. Value
1. Interaksi intens dengan Qur’an sehari-hari adalah sebuah kebiasaan yang tumbuh dari
kecintaan, pemahaman dan pengamalan atas nilai-nilai syariah Allah & Rasulnya.
2. Pola pengasuhan berbasis keluarga dan lingkungan sosial di pondokan yang tidak
memisahkan dunia pendidikan dengan kehidupan real sehari-hari. Santri menjalani
kehidupan sebagaimana fitrahnya.
3. Santri menjalani dan dibimbing untuk melaksanakan Pola Hidup Sehat Fitrah ala Rasul
sejak bangun tidur hingga bangun tidur berikutnya meliputi pola makan, olah raga, pola
tidur, dll
4. Pengenalan dan pembelajaran kemandirian pangan baik nabati maupun hewani seharihari dengan melihat dan mempelajari pertanian dan peternakan sederhana bersama
team ketahanan pangan pesantren.
5. Pendampingan dan pembelajaran ilmu-ilmu formal selama di pesantren sesuai standart
dinas berbasis qur’an dan penelitian ilmiah
6. Pola olah raga berkuda, memanah, berenang, dan bela diri rutin setiap hari yang berguna
untuk membangun mentalitas dan kesehatan santri.
D. Sprit
SPIRIT NABI SULAIMAN
Nabi pilihan Allah yang menggenggam kekuasaan dan kekayaan dunia di tangan namun tidak di
hatinya. Hatinya dipenuhi dengan keimanan dan kecintaan terhadap Rab-nya. Atas ijin Allah menjadi
raja manusia, jin, hewan bahkan angin, namun tetap humble dan ringan tangan membantu serta
menjaga keselamatan mahluk lain.
Inilah spirit seorang nabi yang kekayaannya tidak akan mampu ditandingi manusia lain hingga
kiamat, namun tetap beriman dan sayang terhadap sesama mahluk.
SPIRIT SULTAN MEHMED AL FATIH
Sultan pilihan Allah yang mampu meruntuhkan dinding benteng dan membebaskan kota
Konstantinopel di usia yang sangat muda. Hafal qur’an di usia belia dan menguasai 7 bahasa asing,
serta menjadi pemimpin 12.000 pasukan terbaik sepanjang naman : Pasukan Janisari. Tempaan
pembelajaran dari sang kakek dan ayahnya yang tegas dan disiplin, mampu membentuk karakter
muslim pemimpin kelas dunia di usia muda.
Inilah spirit seorang pemimpin yang sabar dan terus belajar dengan giat yang dikabarkan rasul
menjadi Pemimpin pasukan terbaik sepanjang masa hingga kiamat kelak, dan meraih sukses dunia di
usia belia dengan modal utama ketaqwaan dan keimanan.
SPIRIT SUNAN AMPEL
Wali / sunan pilihan Allah yang disebut bapaknya para wali karena di bawah didikannya, anak
keturunan serta santri-santrinya banyak yanng juga menjadi wali :
Sunan Bonang
Sunan Drajat
Sunan Giri
Sunan Fatah / Sultan Kerajaan Demak
Sunan Kalijaga
Sunan Ampel dalam berdakwah lebih menitikberatkan pendekatan scientific, sistematis, dan formal
dalam membentuk kader-kader generasi gemilang dengan mendirikan sekolah, pesantren, lab riset,
serta sentra sosial seperti masjid dan pasar. Strategi ini berhasil sangat gemilang untuk mendakwahi
kalangan pengusaha, bangsawan dan orang-orang cerdas. Ini terbukti banyaknya pembesar
majapahit yang masuk islam.
Inilah spirit seorang Sunan yang cerdas dan systematis dalam berdakwah, terencana dan tidak
serampangan sehingga dakwah menjadi elegant dan mudah diterima baik secara formal maupun
cultura